Kerusakan: mati, bila dihubungkan PLN led merah tidak nyala.
Perbaikan: Langkah awal, aki dilepas dan dicoba dengan sumber tegangan lain (adaptor). Ternyata lampu nyala tapi bila dihubungkan dengan PLN, lampu tidak mau mati. Seharusnya bila dihubungkan listrik, lampu mati. Hal ini biasanya disebabkan karena untai otomatisnya tidak bekerja. Penelusuran selanjutnya, ternyata tegangan keluaran dari silikon-bridge hanya 4V padahal pada masukan silikon-bridge terukur 6VAC. Ternyata capasitor 3,3uF/250VAC bila diukur dengan kapasitan meter hanya 0,7uF. Setelah diganti tegangan keluaran dari silikon-bridge/C=220uF,16V terukur 11V dan tegangan pengisian yang ke aki terukur mendekati 6,9V yang artinya normal. Sekarang bila dihubungkan PLN, led merah nyala dan lampu padam. Bila PLN mati lampu nyala. Artinya otomatis-nya normal. Semoga bermanfaat dan salam saya untuk rekan2 semua.
terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Mari menjalin hubungan dan saling berbagi.
Kamis, 07 Juli 2011
Amplifier Sony TA-F555ESX II
Kerusakan: Tidak bunyi.
Perbaikan: Saat di-on-kan led power nyala merah terus, tidak berubah jadi hijau. Seharusnya saat di-on-kan, led nyala merah kemudian sekitar 15 detik ganti nyala hijau. Langkah awal, pengukuran tegangan Vce transistor power. Ternyata yang kiri maupun kanan, tidak simetris. Transistor power akhir, A1492 dan C3856. Transistor driver, A985, C2275 dan D809.
IC protector, uPC 1237.
Penelusuran lebih lanjut, ditemukan R494, R495, R444, R445, R472, R422 yang seharusnya 100 ohm, ternyata nilainya ada yang membesar jadi 500 ohm, 200 ohm dan ada yang putus/open. Sedangkan transistor power akhir, semua baik. Setelah resistor2 tersebut diganti, tegangan Vce transistor power akhir normal/simetris. Tapi bila diberi speaker dan sinyal input, led power kembali nyala merah (tidak mau nyala hijau) dan tegangan Vce transistor power yang kiri tidak simetris sehingga protector aktif. Padahal tanpa speaker, tegangan sudah simetris. Langkah selanjutnya, walaupun solderan tidak kelihatan retak, saya resolder daerah power amplifiernya sampai daerah drivernya. Setelah di resolder, amplifier normal kembali. Akhirnya, salam saya untuk semua rekan2. Semoga semakin sukses.
Perbaikan: Saat di-on-kan led power nyala merah terus, tidak berubah jadi hijau. Seharusnya saat di-on-kan, led nyala merah kemudian sekitar 15 detik ganti nyala hijau. Langkah awal, pengukuran tegangan Vce transistor power. Ternyata yang kiri maupun kanan, tidak simetris. Transistor power akhir, A1492 dan C3856. Transistor driver, A985, C2275 dan D809.
IC protector, uPC 1237.
Penelusuran lebih lanjut, ditemukan R494, R495, R444, R445, R472, R422 yang seharusnya 100 ohm, ternyata nilainya ada yang membesar jadi 500 ohm, 200 ohm dan ada yang putus/open. Sedangkan transistor power akhir, semua baik. Setelah resistor2 tersebut diganti, tegangan Vce transistor power akhir normal/simetris. Tapi bila diberi speaker dan sinyal input, led power kembali nyala merah (tidak mau nyala hijau) dan tegangan Vce transistor power yang kiri tidak simetris sehingga protector aktif. Padahal tanpa speaker, tegangan sudah simetris. Langkah selanjutnya, walaupun solderan tidak kelihatan retak, saya resolder daerah power amplifiernya sampai daerah drivernya. Setelah di resolder, amplifier normal kembali. Akhirnya, salam saya untuk semua rekan2. Semoga semakin sukses.
TV Toshiba 20N3XE
Kerusakan: Gambar normal tapi suara baru keluar setelah nyala sekitar 1 jam.
Perbaikan: Pemeriksaan pada speaker, ternyata kawat speaker seperti berkarat dan putus. Setelah diganti, suara tetap tidak ada. Langsung kebagian penguat akhir suara dan semua C dibagian ini diganti, suara langsung normal. Yang tidak terjawab, menurut pemilik, setelah nyala sekitar 1 jam, suara keluar padahal speaker putus. Salam saya buat semua rekan2.
Perbaikan: Pemeriksaan pada speaker, ternyata kawat speaker seperti berkarat dan putus. Setelah diganti, suara tetap tidak ada. Langsung kebagian penguat akhir suara dan semua C dibagian ini diganti, suara langsung normal. Yang tidak terjawab, menurut pemilik, setelah nyala sekitar 1 jam, suara keluar padahal speaker putus. Salam saya buat semua rekan2.
Sabtu, 11 Juni 2011
TV Gold Star CA-20B32
Kerusakan: Tidak mau start. Saat di-on-kan led merah nyala, tapi saat tombol channel ditekan tidak mau start.
Pemeriksaan: Terukur tegangan B+ hanya 50 volt. Transistor Hout = D2499 baik. Kemudian D2499 saya open dan tv saya on-kan, ternyata B+ tetap = 50 volt. Langkah berikutnya pin 1 fbt saya open dan ternyata B+ tetap = 50 volt. Kesimpulan: yang menyebabkan B+ tidak normal bukan di bagian horisontal. Salah satu kemungkinan, bagian regulator ada yang rusak. Pemeriksaan pada bagian regulator, ditemukan C826=220uF/35V kering. Bila diukur hanya 0,99uF. Setelah C826 diganti,B+ = 110V (normal). Kemudian D2499 dan pin 1 fbt saya sambungkan kembali. Setelah itu tv saya on-kan, dan saat channel ditekan tv langsung nyala normal kembali. Juga B+ tetap normal yaitu terukur 110V. Sekedar catatan: C820=10uF/100V ; C825=47uF/35V ; C408=10uF/100V ; IC memory=24LCO2B=IC02 ; IC 01=LG8434-03B ; IC501=TA8690AN ; IC802=STRS6707 ; IC04=KIA7805 ; IC803=SE110 ; IC301=TA8445K ; IC402=7809 ; IC401=7812 ; Q803=A968A ; fbt=154-177B. Mudah2an yang saya alami ini bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Akhirnya salam saya buat semua rekan2 dan semoga sukses.
Pemeriksaan: Terukur tegangan B+ hanya 50 volt. Transistor Hout = D2499 baik. Kemudian D2499 saya open dan tv saya on-kan, ternyata B+ tetap = 50 volt. Langkah berikutnya pin 1 fbt saya open dan ternyata B+ tetap = 50 volt. Kesimpulan: yang menyebabkan B+ tidak normal bukan di bagian horisontal. Salah satu kemungkinan, bagian regulator ada yang rusak. Pemeriksaan pada bagian regulator, ditemukan C826=220uF/35V kering. Bila diukur hanya 0,99uF. Setelah C826 diganti,B+ = 110V (normal). Kemudian D2499 dan pin 1 fbt saya sambungkan kembali. Setelah itu tv saya on-kan, dan saat channel ditekan tv langsung nyala normal kembali. Juga B+ tetap normal yaitu terukur 110V. Sekedar catatan: C820=10uF/100V ; C825=47uF/35V ; C408=10uF/100V ; IC memory=24LCO2B=IC02 ; IC 01=LG8434-03B ; IC501=TA8690AN ; IC802=STRS6707 ; IC04=KIA7805 ; IC803=SE110 ; IC301=TA8445K ; IC402=7809 ; IC401=7812 ; Q803=A968A ; fbt=154-177B. Mudah2an yang saya alami ini bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Akhirnya salam saya buat semua rekan2 dan semoga sukses.
Minggu, 08 Mei 2011
TV Sony KV-2062E MKIII
Kerusakan: mati.
Pemeriksaan: Saat di-on-kan fuse utk B+115V (F602=800mA) langsung putus. Tapi fuse utama F601=4A tidak putus. Tegangan B+ terukur nol. Transistor hor out=D1398 baik. Saat transistor hor out dilepas, bila tv di-on-kan fuse F602 tidak putus dan terukur B+=115volt/normal. FBT diperiksa dengan AVO meter (BU 10K),kabel hitam dihubungkan ke kaki2 fbt (bergantian) dan kabel merah dihubungkan ke chop anoda, ternyata tidak bocor. Hubungan antar lilitan tidak ada yang korslet (dibandingkan dengan fbt yang baru sama). Saat fbt ditest dengan alat test, tegangan tinggi/bunga api keluar tapi kurang kuat dan agak ter-putus2. Pada fbt yang baru, bunga api lebih besar dan tidak ter-putus2.Semua dioda dan kondensator mylar yang volt tinggi disekitar fbt diperiksa, ternyata tidak ada yang rusak. Maka langkah berikutnya fbt diganti. Setelah fbt diganti, tv normal kembali. FBT=1-439-363-11.
Mungkin yang saya alami ini bisa bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Akhirnya salam dari saya untuk semua rekan2 & semoga sukses.
Pemeriksaan: Saat di-on-kan fuse utk B+115V (F602=800mA) langsung putus. Tapi fuse utama F601=4A tidak putus. Tegangan B+ terukur nol. Transistor hor out=D1398 baik. Saat transistor hor out dilepas, bila tv di-on-kan fuse F602 tidak putus dan terukur B+=115volt/normal. FBT diperiksa dengan AVO meter (BU 10K),kabel hitam dihubungkan ke kaki2 fbt (bergantian) dan kabel merah dihubungkan ke chop anoda, ternyata tidak bocor. Hubungan antar lilitan tidak ada yang korslet (dibandingkan dengan fbt yang baru sama). Saat fbt ditest dengan alat test, tegangan tinggi/bunga api keluar tapi kurang kuat dan agak ter-putus2. Pada fbt yang baru, bunga api lebih besar dan tidak ter-putus2.Semua dioda dan kondensator mylar yang volt tinggi disekitar fbt diperiksa, ternyata tidak ada yang rusak. Maka langkah berikutnya fbt diganti. Setelah fbt diganti, tv normal kembali. FBT=1-439-363-11.
Mungkin yang saya alami ini bisa bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Akhirnya salam dari saya untuk semua rekan2 & semoga sukses.
Jumat, 29 April 2011
TV Polytron ZEPPELIN MX5265
Kerusakan: Saat di-on-kan keluar lompatan bunga api dari kabel EHT ke kumparan defleksi. Kemudian TV mati.
Perbaikan: Ternyata kabel EHT dililitkan menempel kumparan defleksi. Setelah kabel EHT saya tata sehingga tidak menempel kumparan defleksi, lompatan bunga api masih timbul. Selanjutnya kabel EHT saya bungkus dengan isolasi tegangan tinggi. Sekarang lompatan bunga api sudah tidak ada dan TV nyala, tapi posisi gambar terlalu keatas sehingga logo stasiun pemancar posisinya dipinggir atas layar dan layar bagian bawah hitam sekitar 3cm. Kondensator bagian vertikal C402=1000uF/25V, C409=1uF/50V dan C416=10uF/50V saya ganti karena nilai kapasitannya sudah berkurang. Kemudian TV dicoba di-on-kan dan ternyata gambar masih tetap sama. Tegangan B+, vertikal dan lainnya normal. Langkah berikutnya masuk factory adjustment. Posisi TV standby, tekan menu di remote sampai TV on. Kemudian masukkan kode 1013 untuk masuk pengaturan. Disini untuk vertikal, yang ada pengaturan untuk Vamp dan Vshift. Ternyata Vamp bisa diatur tapi Vshift tidak bisa diatur. Karena semua tegangan normal dan semua C dibagian vertikal baik, maka kemungkinannya fbt atau defleksi yang tidak normal. Karena kumparan defleksi baik, maka saya ganti fbt nya. Setelah fbt diganti ternyata gambar masih tetap sama. Karena tidak ada kemungkinan lagi selain fbt, saya coba ganti lagi dengan fbt yang baru lagi tapi merknya beda. Ternyata setelah diganti, Vshift bisa diatur sehingga bisa didapatkan gambar yang normal. Catatan: IC program=STV2247C, H out=T801=1803DHI, Reg out=IC501=FS7UM, Vertikal=IC401=TDA8174AW, FBT=JF0501-19539. Kasus seperti ini jarang terjadi, mungkin bermanfaat untuk rekan2 yang belum pernah mengalami. Salam saya untuk rekan2 semua...
Perbaikan: Ternyata kabel EHT dililitkan menempel kumparan defleksi. Setelah kabel EHT saya tata sehingga tidak menempel kumparan defleksi, lompatan bunga api masih timbul. Selanjutnya kabel EHT saya bungkus dengan isolasi tegangan tinggi. Sekarang lompatan bunga api sudah tidak ada dan TV nyala, tapi posisi gambar terlalu keatas sehingga logo stasiun pemancar posisinya dipinggir atas layar dan layar bagian bawah hitam sekitar 3cm. Kondensator bagian vertikal C402=1000uF/25V, C409=1uF/50V dan C416=10uF/50V saya ganti karena nilai kapasitannya sudah berkurang. Kemudian TV dicoba di-on-kan dan ternyata gambar masih tetap sama. Tegangan B+, vertikal dan lainnya normal. Langkah berikutnya masuk factory adjustment. Posisi TV standby, tekan menu di remote sampai TV on. Kemudian masukkan kode 1013 untuk masuk pengaturan. Disini untuk vertikal, yang ada pengaturan untuk Vamp dan Vshift. Ternyata Vamp bisa diatur tapi Vshift tidak bisa diatur. Karena semua tegangan normal dan semua C dibagian vertikal baik, maka kemungkinannya fbt atau defleksi yang tidak normal. Karena kumparan defleksi baik, maka saya ganti fbt nya. Setelah fbt diganti ternyata gambar masih tetap sama. Karena tidak ada kemungkinan lagi selain fbt, saya coba ganti lagi dengan fbt yang baru lagi tapi merknya beda. Ternyata setelah diganti, Vshift bisa diatur sehingga bisa didapatkan gambar yang normal. Catatan: IC program=STV2247C, H out=T801=1803DHI, Reg out=IC501=FS7UM, Vertikal=IC401=TDA8174AW, FBT=JF0501-19539. Kasus seperti ini jarang terjadi, mungkin bermanfaat untuk rekan2 yang belum pernah mengalami. Salam saya untuk rekan2 semua...
Jumat, 18 Maret 2011
TV VOTRE 21inch.
Kerusakan: Suara dan gambar tidak ada, layar gelap. Saat di-on-kan, led indikator nyala.
Perbaikan: B+ terukur sekitar 10 volt. Transistor regulator out V503=DD5011 baik. Tansistor horisontal out V432=1803DFX baik. Ternyata R448 yang ada dekat transistor horisontal out hangus. Tapi karena hasil pengukuran menunjukkan nilai 22K, maka bisa dipastikan nilai R448 memang 22K walaupun sudah hangus, karena nilai R yang membesar biasanya tidak menunjukkan suatu nilai yang tepat. Karena itu saya ganti dengan 22K. Penelusuran berikutnya ditemukan VD449=FR309 bocor. Karena tidak ada yang jual, saya ganti dengan 2 buah diode yang dihubungkan seri untuk memenuhi kebutuhan voltnya. saya ganti dengan RGP15D= fast recovery 3A/600V. Kemudian tv dicoba di-on-kan dan ternyata B+ tetap sekitar 10 Volt. Walaupun transistor horisontal out dilepas, B+ tetap sekitar 10Volt. Setelah kaki fbt yang berhubungan dengan B+ dilepas solderannya, B+ menunjukkan 115Volt (normal). Langkah selanjutnya memeriksa fbt. Ternyata fbt baik.Penelusuran berikutnya ditemukan transistor V303=D2012 bocor, saya ganti dengan D1406. Setelah diganti, B+ normal.
Catatan: kolektor V303 lewat R307 ke L301, kaki L301 yang satu lagi ke anode VD449. Katode VD449 ke kolektor V432. Akibatnya bila V303 bocor akan membuat B+ terukur sekitar 10Volt.
Tapi walaupun B+ normal, tv tidak bisa menerima siaran/pemancar dan bila channel+ ditekan, tidak mau pindah channel (tetap di channel 1). Langkah berikutnya, solder ulang IC jungle (tv ini pakai IC tunggal) dan sekitarnya. Setelah itu gejala tetap sama. Kemudian saya coba tekan menu, terus pilih auto search. Ternyata begitu di auto search, raster langsung keluar dan fungsi auto search jalan normal. Selesai proses auto search, tombol channel berfungsi normal (bisa naik/turun). Tetapi gambar sangat tidak linier (vertikal tidak linier). Beberapa C dibagian vertikal saya ganti tapi gambar masih kurang linier walaupun sudah lebih linier/bagus. Karena remote aslinya tidak ada, saya coba dengan remote yang untuk tv china (kode di body remote 55L1). Lubang pada remote bila ditekan langsung masuk service mode. Langsung adjustment vertikal. Sekarang tv normal kembali. Mungkin yang saya alami ini bisa bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Salam saya buat semua rekan2.
Perbaikan: B+ terukur sekitar 10 volt. Transistor regulator out V503=DD5011 baik. Tansistor horisontal out V432=1803DFX baik. Ternyata R448 yang ada dekat transistor horisontal out hangus. Tapi karena hasil pengukuran menunjukkan nilai 22K, maka bisa dipastikan nilai R448 memang 22K walaupun sudah hangus, karena nilai R yang membesar biasanya tidak menunjukkan suatu nilai yang tepat. Karena itu saya ganti dengan 22K. Penelusuran berikutnya ditemukan VD449=FR309 bocor. Karena tidak ada yang jual, saya ganti dengan 2 buah diode yang dihubungkan seri untuk memenuhi kebutuhan voltnya. saya ganti dengan RGP15D= fast recovery 3A/600V. Kemudian tv dicoba di-on-kan dan ternyata B+ tetap sekitar 10 Volt. Walaupun transistor horisontal out dilepas, B+ tetap sekitar 10Volt. Setelah kaki fbt yang berhubungan dengan B+ dilepas solderannya, B+ menunjukkan 115Volt (normal). Langkah selanjutnya memeriksa fbt. Ternyata fbt baik.Penelusuran berikutnya ditemukan transistor V303=D2012 bocor, saya ganti dengan D1406. Setelah diganti, B+ normal.
Catatan: kolektor V303 lewat R307 ke L301, kaki L301 yang satu lagi ke anode VD449. Katode VD449 ke kolektor V432. Akibatnya bila V303 bocor akan membuat B+ terukur sekitar 10Volt.
Tapi walaupun B+ normal, tv tidak bisa menerima siaran/pemancar dan bila channel+ ditekan, tidak mau pindah channel (tetap di channel 1). Langkah berikutnya, solder ulang IC jungle (tv ini pakai IC tunggal) dan sekitarnya. Setelah itu gejala tetap sama. Kemudian saya coba tekan menu, terus pilih auto search. Ternyata begitu di auto search, raster langsung keluar dan fungsi auto search jalan normal. Selesai proses auto search, tombol channel berfungsi normal (bisa naik/turun). Tetapi gambar sangat tidak linier (vertikal tidak linier). Beberapa C dibagian vertikal saya ganti tapi gambar masih kurang linier walaupun sudah lebih linier/bagus. Karena remote aslinya tidak ada, saya coba dengan remote yang untuk tv china (kode di body remote 55L1). Lubang pada remote bila ditekan langsung masuk service mode. Langsung adjustment vertikal. Sekarang tv normal kembali. Mungkin yang saya alami ini bisa bermanfaat bagi rekan2 yang belum pernah mengalami. Salam saya buat semua rekan2.
Langganan:
Postingan (Atom)